Kebahagiaan dan Kesuksesan

Hari ini chat ama temen kampus. Bahas topik diatas yaitu kebahagiaan dan kesusksesan

debat seru dan panjang lebar. 2 jam debat gitu aja. hahahaha. Tapi seru juga sih

Menurut Anda, kita harus mengejar kebahagiaan atau kesuksesan dulu?

Kalau saya cuma ingin bahagia aja. karena jika kita bahagia maka semua hal-hal lain akan berdatangan.

mengejar materi buat apa? meskipun kita didunia membutuhkan materi tetapi kalau kita kaya tetapi tidak bahagia buat apa? sedangkan bahagia apakah memerlukan materi? tidak juga kok.

Bagaimana kita bisa mencapai kebahagiaan? saya tidak bisa jawab kalau yang ini karena ukuran kebahagiaan bermacam-macam tergantung seseorang.

kapan bisa bahagia? saya juga tidak tahu.  tetapi jikalau kita bahagia maka hanya kita saja yang tahu bahwa kita bahagia.

Intinya sih menurut saya hanya mengucap syukur kepada Tuhan karena sampai saat ini kita bisa hidup, masih bisa bernapas, dll maka kita sudah menjadi orang bahagia. itu menurut saya lho ya.

ini ada sedikit cerita. cerita ini saya dapat dulu waktu SMA.

judulnya cinta,kekayaan dan kesuksesan

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua. Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.”

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”
Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar.”
“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali,” kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini.”

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama,” kata pria itu hampir bersamaan. “Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan”, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. “Sedangkan aku sendiri bernama Cinta. Sekarang, coba tanya
kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho… menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kit tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia utuk membantu keberhasilan panen gandum kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta.”

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita.” Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa di antara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di ana ada Cinta,
maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami
menjalani hidup ini.”

apakah saya orang yang bahagia? maka saya akan jawab iya, saya bahagia meskipun saya tidak memiliki apa-apa. karena saya memiliki cinta. cinta kepada Orang tua, keluarga, istri, teman-teman maupun sesama.

Ayah saya selalu berkata kita hidup untuk mencari uang/makan atau uang/makan yang mencari kita?

selama kita hidup di dunia maka tidak pernah ada kata cukup. karena itu kita harus berusaha untuk mencukupkan diri.

uda ah… sekarang mau belajar dulu…..dari tadi belajar 3 menit, main 30 menit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s