Waktu ……….

Untuk anakku

Tanganku sibuk sepanjang hari, Aku tak punya banyak waktu luang

Bila kau ajak aku bermain, Ku jawab,” Ayah tak sempat, Nak”.

Aku bekerja keras semua untukmu,

Tapi bila kau tunjukkan buku ceritamu

Atau mengajakku berbagi canda,

Ku jawab,” Sebentar Sayang”

Di malam hari, kutidurkan kamu. Kudengarkan doamu, kupadamkan lampumu

Lalu berjingkat meninggalkanmu

Kalau saja aku tinggal barang satu menit lagi

Sebab hidup itu singkat, tahun-tahun bagai berlari

Bocah cilik tumbuh begitu cepat, kamu tak lagi berada di sisi ayah

Membisikkan rahasia-rahasia kecilmu, buku dongengmu entah dimana

Tak ada cium selamat malam, tak kudengar lagi doamu

Semua itu milik masa lalu

Tanganku dahulu sibuk, sekarang diam

Hari-hari terasa panjang membentang

Kalau saja aku bisa kembali ke masa lalu

Menyambut hangat di sisiku

Memberimu waktu dari hatiku

Kita melakukan banyak kekeliruan dan kesalahan, tapi kelalaian kita yang
utama

Adalah mengabaikan anak, menyepelekan mata air kehidupan

Banyak kebutuhan kita dapat ditunda, tapi anak tak dapat menunggu

Kini saat tulang-tulangnya dibentuk, darahnya dibuat, dan nalurinya
dikembangkan

Padanya kita tak dapat menjawab “Besok”, sebab ia dijuluki “Hari ini”

(Gabriela Mistral ; Children winner of Nobel Prize For Poetry)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s